PANDUAN AKADEMIK

KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi. Kurikulum pada program studi di lingkungan Fakultas Pertanian mengalami perubahan tiga kali, dimulai pada tahun 1994 ditandai dengan keluarnya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 056/U/1994 yang mengutamakan ketercapaian penguasaan IPTEKS. Kemudian pada tahun 2000 dan 2002 mengutamakan pencapaian kompetensi sebagai usaha untuk mendekatkan pendidikan pada kondisi pasar kerja dan industri. Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. Pada tahun 2014 kurikulum di perguruan tinggi mengalami sedikit pergeseran dengan memberikan ukuran penyetaraan capaian pembelajarannya. Kurikulum ini masih mendasarkan pada pencapaian kemampuan yang telah disetarakan untuk menjaga mutu lulusannya. Kurikulum ini dikenal dengan nama Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) atau Kurikulum Berbasis Kompetensi yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) tahun 2012 dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) tahun 2015. Kurikulum pada program studi di lingkungan Fakultas Pertanian tersusun atas:
  1. Profil Lulusan : postur yang diharapkan pada saat pembelajar lulus atau menyelesaikan seluruh proses pembelajaran dengan kesesuaian jenjang KKNI. Profil Lulusan masing-masing prodi.
  2. Capaian Pembelajaran (CP) : dapat menyesuaikan dengan deskriptor KKNI atau unsur CP pada SN-DIKTI. Capaian Pembelajaran diturunkan dari empat unsur kompetensi yaitu Sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. Capaian pembelajaran yang diturunkan dari sikap dan keterampilan umum telah ditetapkan oleh DIKTI (Lampiran Permenristekdikti RI No. 44 Tahun 2015), sedangkan CP yang diturunkan dari pengetahuan dan keterampilan khusus dirumuskan oleh forum program studi sejenis. Juga memuat penciri Universitas Warmadewa yaitu lingkungan kepariwisataan. Capaian Pembelajaran Lulusan masing-masing prodi.
  3. Bahan Kajian : sebagai komponen/materi yang harus dipelajari/diajarkan untuk menpacai CP yang direncanakan.
  4. Mata Kuliah : merupakan wadah sebagai konsekwensi adanya bahan kajian yang dipelajari mahasiswa dan harus diajarkan oleh dosen. Mata Kulian masing-masing prodi (terlampir). Setiap mata kuliah memiliki sandi mata kuliah. Sandi mata kuliah terdiri atas tujuh angka. Angka pertama (9) merupakan sandi universitas, angka (5) merupakan sandi fakultas, angka ke-2 merupakan sandi program studi, angka ke-3 merupakan sandi semester, angka ke-4 merupakan sandi sks, dan angka ke-5, 6, dan 7 merupakan sandi nomor urut mata kuliah.
  5. Metode Pembelajaran : proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib menggunakan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah untuk mencapai kemampuan tertentu yang ditetapkan dalam matakuliah dalam rangkaian pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Metode pembelajaran yang dapat dipilih untuk pelaksanaan pembelajaran mata kuliah meliputi: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain, yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Setiap mata kuliah dapat menggunakan satu atau gabungan dari beberapa metode pembelajaran. Bentuk pembelajaran dapat berupa:
    • kuliah;
    • responsi dan tutorial;
    • seminar; dan
    • praktikum, atau praktik lapangan.
  6. Metode Penilaian proses identifikasi dan penentuan tingkat penetrasi maupun penguasaan bahan kajian oleh pembelajar melalui parameter dan variabel ukur yang akuntabel.
  7. Dosen/laboran/teknisi SDM yang tepat dan kompeten pada bidangnya sesuai dengan profil yang dituju. Fakultas Pertanian memiliki 47 orang dosen tetap yang tersebar pada empat program studi (nama dosen/laboran/teknisi terlampir).
  8. Sarana Pembelajaran Yang membangun lingkungan dan suasana belajar yang kondusif.Kurikulum pada program studi di lingkungan Fakultas pertanian mempunyai beberapa kriteria sebagai berikut :
    • Mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT)
    • Disusun secara berkesinambungan atas dasar evaluasi yang dilakukan secara berkala
    • Mengintegrasikan lingkungan berbasis kepariwisataan sebagai Pola Ilmiah Pokok Unwar
    • Disusun secara efektif, bersifat komprehensif, dan lentur terhadap kemajuan teknologi dan informasi.

SISTEM PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN

A. Pengertian Sistem Kredit Semester
Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan program pendidikan dengan menggunakan satuan waktu enam bulan atau setengah tahun yang disebut semester (semester gasal dan semester Genap). Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan. Sistem semester yang diselenggarakan di Fakultas Pertanian terdiri atas Semester Reguler dan Semester Antara.
  1. Semester Reguler: merupakan satuan waktu proses pembelajaran efektif selama paling sedikit enam belas minggu termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
  2. Semester Antara: Semester Antara diselenggarakan paling sedikit delapan minggu atau paling sedikit enam belas kali tatap muka termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester dengan beban belajar paling banyak sembilan sks. Pelaksanaan Semester Antara dilaksanakan setelah Semester Reguler berakhir, dimaksudkan untuk memenuhi capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
B. Tujuan Sistem Kredit Semester
Dalam Sistem Kredit Semester mahasiswa ditawarkan program pendidikan menurut minat, keinginan, bakat, dan kemampuan mahasiswa masing-masing sesuai dengan kurikulum yang ditawarkan, sehingga, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menentukan kecepatan penyelesaian studinya. Oleh karena itu setiap mahasiswa mempunyai cara dan waktu untuk menyelesaikan beban studi yang diwajibkan dan komposisi kegiatan studinya tidak harus sama, meskipun mereka duduk dalam jenjang pendidikan yang sama. Artinya beban studi maupun susunan kegiatan studi yang diambil oleh seorang mahasiswa dalam satu semester tidak perlu sama dengan yang diambil oleh mahasiswa lain. Adapun tujuan penyelenggaraan Sistem Kredit Semester adalah:
  1. Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studinya tepat waktu.
  2. Memberikan kesempatan pada para mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah-mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan intelektual.
  3. Memberikan kemungkinan agar dalam sistem pendidikan dapat diterapkan "Multi entry and exit system".
  4. Mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang amat pesat.
  5. Memberikan kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
  6. Memungkinkan pengalihan (transfer) satuan kredit di antara Jurusan Keilmuan/Program Studi, Bagian atau antar Fakultas dalam suatu Perguruan Tinggi dalam batas-batas tertentu.
  7. Memungkikan perpindahan mahasiswa dari suatu Perguruan Tinggi ke Perguruan Tinggi lain dengan lebih mudah, atau antara bagian, Jurusan dalam suatu Perguruan Tinggi tertentu.
Manfaat penerapan Sistem Kredit Semester di Perguruan Tinggi adalah :
  1. Mudah menentukan beban pembelajaran secara lebih akurat.
  2. Mudah menentukan kemajuan studi mahasiswa, baik secara kuantitatif (dengan menghitung jumlah satuan kredit mata kuliah yang telah diperoleh) maupun secara kualitatif (dengan menghitung nilai pukul rata satuan kredit mata kuliah secara kumulatif).
  3. Memberi kemungkinan pada mahasiswa untuk menyusun program studinya sesuai dengan kecepatan belajarnya. Dengan demikian, memperhatikan perbedaan kemampuan intelektual mahasiswa yang cakap dan cerdas dapat menyelesaikan studinya dengan lebih cepat. Sebaliknya mahasiswa yang agak lambat tidak mengalami istilah tidak naik tingkat, yang mungkin memberikan beban psikologis bagi mereka.
  4. Sistem evaluasi kemajuan studi dengan indeks prestasi kumulatif jauh lebih menguntungkan dari pada sistem evaluasi mutlak setiap mata kuliah. Sistem yang tersebut terakhir ini biasanya mengharuskan nilai minimal enam untuk setiap mata kuliah. Dilihat dari kemampuan intelektual pribadi, ada kalanya seorang mempunyai kelemahan dalam mata kuliah tertentu. Kelemahan ini dapat ditutupi dengan mata kuliah lain dengan melalui perhitungan indeks prestasi kumulatif minimal.
  5. Dalam batas-batas tertentu dan sesuai dengan program studi yang ada, mahasiswa mempunyai kebebasan menyusun program studinya sesuai minatnya dengan memilih secara prioritas mata kuliah yang disukai untuk dijadwalkan pada semester yang sedang berjalan.
  6. Membuka kemungkinan bagi mahasiswa untuk melaksanakan studinya dengan cara “menabung”, sehingga tidak ada istilah gugur untuk mata kuliah yang telah diperolehnya.
  7. Memudahkan adanya penyesuaian transfer kredit dari satu program ke program lain, atau dari suatu lembaga ke lembaga lain.
  8. Memberikan gambaran yang jelas tentang status akademik mahasiswa.
C. Tahun Kuliah/Program
  1. Satu Tahun Akademik dibagi menjadi dua semester yaitu semester gasal dan semester genap yang dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik universitas.
  2. Keseluruhan program sarjana ditempuh dalam empat tahun atau delapan semester dengan penawaran mata kuliah pada semester gasal dan genap.
  3. Lama masa studi program sarjana adalah tiga setengah sampai maksimal tujuh tahun.
  4. Mahasiswa yang melewati masa studi tujuh tahun dikenakan sangsi drop out (DO).
  5. Kegiatan akademik selama satu semester berlangsung selama enam belas minggu yang terdiri atas 14 minggu pertemuan tatap muka (proses pembelajaran), 1 minggu Ujian Tengah Semester, dan 1 minggu Ujian Akhir Semester.
D. Beban Studi Mahasiswa
Dalam Sistem Kredit Semester beban studi yang harus diselesaikan oleh mahasiswa pada suatu jenjang pendidikan dinyatakan dalam bentuk satuan kredit semester. Satuan kredit semester (sks) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar selama satu semester atau tolok ukur beban pendidikan (beban studi mahasiswa dan beban mengajar dosen) yang dinyatakan dalam bentuk satuan kredit. Banyaknya sks yang diberikan untuk mata kuliah atau proses pembelajaran lainnya merupakan pengakuan atas keberhasilan usaha untuk menyelesaikan kegiatan akademik bersangkutan. Dalam setiap semester, 1 (satu) sks sama atau setara dengan 3 jam beban belajar atau kegiatan akademik terpadu yang mencakup acara tatap muka, kegiatan terstruktur, dan kegiatan mandiri untuk kurun waktu 16 (enam belas) minggu efektif. Kegiatan akademik terjadual adalah tatap muka terjadual antara dosen/pengajar dengan mahasiswa berupa presentasi materi perkuliahan atau penjelasan atas materi pelajaran tertentu. Kegiatan akademik terstruktur adalah tugas yang diberikan oleh pengajar kepada mahasiswa untuk dikerjakan, berupa penyelesaian soal soal, studi kasus, pencarian data, dan lain lain dalam rangka pendalaman materi/pokok bahasan mata kuliah. Kegiatan akademik mandiri adalah aktivitas yang dilakukan atas inisiatif mahasiswa untuk lebih mendalami sumber belajar dari suatu mata kuliah tertentu, dapat berupa diskusi kelompok, konseling dengan dosen, browsing atau searching informasi atau membaca dan mempelajari referensi atau sumber belajar.
Tolak ukur berupa satuan kredit tersebut perlu ditetapkan nilainya untuk setiap kegiatan pendidikan seperti kuliah, praktikum, seminar, penelitian/penyusunan tugas akhir, dan sebagainya.
  1. Nilai sks Pembelajaran
  2. Satu sks pada bentuk pembelajaran kuliah, responsi, dan tutorial mencakup: a. Kegiatan belajar dengan tatap muka 50 menit per minggu; b. Kegiatan belajar dengan penugasan terstruktur 60 menit per minggu; c. Kegiatan belajar mandiri 60 menit per minggu.
    Satu sks bagi dosen berarti 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa (misalnya presentasi materi kuliah); 60 menit waktu untuk mempersiapkan kegiatan mengajar terstruktur (misalnya menyusun rencana perkuliahan atau melakukan evaluasi akademik); dan 60 menit kewajiban melakukan pengembangan materi ajar atau bahan kajian.
  3. Nilai sks untuk Seminar
  4. Dalam acara seminar, mahasiswa berkewajiban menyajikan materi seminar (makalah) dalam suatu forum akademik. Satu sks pada proses pembelajaran berupa seminar terdiri atas kegiatan tatap muka 100 menit per minggu dan kegiatan mandiri 70 menit per minggu.
  5. Nilai sks untuk praktikum, kuliah kerja lapangan, dan penelitian penyusunan tugas akhir/skripsi
  6. Satu sks pada proses pembelajaran berupa praktikum, praktek lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau proses pembelajaran lain yang sejenis 170 menit per minggu.
E. Rencana Studi Mahasiswa
Beban sks yang diambil oleh mahasiswa wajib dituangkan dalam suatu perencanaan studi yang dilakukan dalam bentuk pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) pada semester yang bersangkutan. Beban sks yang diambil oleh mahasiswa untuk semester gasal dan semester genap tahun pertama 18-20 sks. Pengambilan beban kredit pada tahun berikutnya baik pada semester gasal maupun semester genap didasarkan atas indeks prestasi semester (IPS) mahasiswa pada semester genap/gasal sebelumnya dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. IP ≥ 3.0 : 21s.d. 24 sks
  2. IP dari 2,50 – 2,99 : 18 s.d. 20 sks
  3. IP dari 2,00 - 2.49 : 15 s.d. 18 sks
  4. IP < 2.00 : maksimal 14 sks
Pelaksanaan Mata Kuliah Kerja Nyata (KKN) diatur dalam ketentuan tersendiri.
Untuk selengkapnya silahkan hubungi pegawai FP Unwar
Back to Top